ZONA LINGGA

Akses Sulit, Ongkos Mahal, Warga Pekajang dan Berhala Tetap Setia pada Kepri

Lingga, Zonamu.com – Akses ke wilayah-wilayah terluar di Kabupaten Lingga memang penuh tantangan. Salah satunya ke Desa Pekajang di Kecamatan Lingga dan Pulau Berhala di Kecamatan Singkep Selatan. Tak hanya jauh, biaya perjalanan ke sana juga terbilang tinggi, terutama jika harus mencarter kapal.

Untuk menuju ke Desa Pekajang, butuh waktu sekitar 8 hingga 9 jam perjalanan laut menggunakan kapal tol laut. Kapal ini hanya beroperasi dua kali dalam sebulan, dengan tarif yang relatif terjangkau, yakni Rp25.000 hingga Rp30.000 sekali jalan.

Namun, menurut Rajab, salah satu warga Desa Pekajang, jika ingin bepergian di luar jadwal tol laut, satu-satunya pilihan adalah menyewa kapal sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau charter, biayanya bisa tembus Rp4 juta sampai Rp5 juta sekali jalan,” kata Rajab, Sabtu 21 Juni 2025.

Hal serupa juga dialami warga Pulau Berhala yang berada di Kelurahan Berlian. Untuk mencapai pulau ini, dibutuhkan perjalanan laut selama dua hingga tiga jam menggunakan boat carteran.

Majid, warga Berhala, menjelaskan bahwa ada dua jalur utama untuk ke sana. Pertama, dari Pelabuhan Dabo dengan estimasi biaya pulang-pergi Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.

Kedua, dari jeti PT Pasir di Desa Marok Kecil, dengan ongkos yang lebih hemat, yakni sekitar Rp1 juta sekali PP dan waktu tempuh hanya dua jam.

“Kebanyakan warga memang pilih lewat Marok Kecil karena lebih dekat dan ongkosnya lebih ringan,” ujarnya.

Dijelaskan Majid, selain carter, warga juga sering menumpang pompong yang kebetulan mau ke berhala.

“Kadang-kadangkan ada pemilik toko kelontong berbelanja di Dabo, jadi mereka ikut numpang, sekedar ngasi uang rokok, kalau tak ada ya harus cater,” ungkapnya.

Di tengah perjuangan warga menjaga konektivitas dengan pusat kabupaten, muncul pula polemik soal klaim wilayah.

Provinsi Bangka Belitung dikabarkan masih mengklaim Desa Pekajang, sementara Provinsi Jambi disebut-sebut punya kepentingan atas Pulau Berhala.

Meski begitu, warga tetap yakin bahwa wilayah mereka adalah bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Lingga.

Selain karena secara administratif sudah lama tercatat demikian, kontribusi dan perhatian Pemprov Kepri terhadap dua wilayah ini juga menjadi bukti nyata.(*)

Saswandy

Recent Posts

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Karimun, Zonamu.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun memperketat pengawasan terhadap…

13 jam ago

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Lingga, Zonamu.com - Pemerintah Kabupaten Lingga mulai mematangkan proses verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

18 jam ago

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Karimun, Zonamu.com - Langkah besar diambil demi kesejahteraan pahlawan laut Karimun. PT BPR Tuah Karimun…

20 jam ago

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Lingga, Zonamu.com - Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga H. Armia dicatut orang tak dikenal…

21 jam ago

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Lingga, Zonamu.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten…

1 hari ago

BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda

Lingga, Zonamu.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat perang terhadap penyalahgunaan narkotika…

1 hari ago