Tanjungpinang, Zonamu.com – AJI Tanjungpinang siap menyambut delegasi AJI dari berbagai daerah di Indonesia dalam puncak Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 di Tanjungpinang, pada Senin 21 September 2026.
Hari ketiga sekaligus menjadi penutup Fesmed dengan agenda napak tilas sejarah Pulau Penyengat dan sarasehan bersama pengurus AJI Indonesia serta perwakilan AJI kota se-Indonesia.
Napak tilas menjadi bagian penting karena Pulau Penyengat bukan hanya destinasi wisata. Pulau ini menyimpan jejak sejarah, kebudayaan, intelektual, dan tradisi literasi Melayu yang kuat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua AJI Tanjungpinang Sutana mengatakan peserta akan diajak melihat langsung peninggalan sejarah sekaligus menggali cerita di balik situs-situs bersejarah Pulau Penyengat.
“Dengan demikian, kegiatan napak tilas diharapkan dapat melahirkan berbagai perspektif dan karya jurnalistik yang memperkenalkan sejarah serta kekayaan budaya Pulau Penyengat kepada masyarakat lebih luas,” kata Sutana, Minggu 20 September 2026.
Menurutnya, jurnalis dari berbagai daerah juga didorong menuliskan pengalaman mereka selama mengunjungi Pulau Penyengat.
“Karya tersebut diharapkan memperluas perspektif dan membuat cerita sejarah pulau tersebut terus hidup di ruang publik,” ujarnya.
Sejumlah situs yang akan dikunjungi antara lain Masjid Raya Sultan Riau, Kompleks Makam Raja Haji Fisabilillah, serta makam Raja Ali Haji dan Engku Puteri Raja Hamidah.
Peserta juga akan diperkenalkan dengan Kompleks Makam Raja Abdurrahman, Kompleks Istana Kantor, Perigi Sulu, Perigi Tua, dan Istana Tengku Bilik. Setiap lokasi menjadi ruang bagi peserta untuk menggali sejarah, konteks, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Pemilihan Pulau Penyengat juga berkaitan dengan sejarah pemikiran dan tradisi intelektual Melayu. Melalui Fesmed, AJI berupaya menghubungkan warisan tersebut dengan kehidupan pers dan tantangan jurnalistik masa kini.
Setelah napak tilas, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau. Forum tersebut menjadi ruang pertemuan jurnalis dari berbagai daerah untuk bertukar perspektif mengenai pers, sejarah, dan masyarakat.
Puncak Fesmed Selat Malaka 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertemuan. Karya jurnalistik para peserta diharapkan ikut memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Pulau Penyengat kepada masyarakat di berbagai daerah.(*)
About The Author
Penulis : Wandi















