Mak Limah, Berbagi di Jumat Berkah | Foto : Ifaturamadan Adi Saswandy
Langkah mereka biasanya menyusuri jalan di kawasan Bukit Timah, Dabo Singkep, setiap sore. Berjalan santai, menjaga kesehatan, sekaligus menikmati kebersamaan. Namun, bagi Komunitas Mak Limah atau Mak-mak Keliling Bukit Timah, kebersamaan ternyata bukan hanya tentang menjaga tubuh tetap sehat.
Ada hal lain yang ingin mereka rawat kepedulian terhadap sesama. Dari kebiasaan sederhana itu, Komunitas Mak Limah mencoba menghadirkan makna berbeda dalam kegiatan Jumat Berkah. Mereka berbagi kepada warga kurang mampu di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.
Bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa jika diukur dengan materi. Namun, bagi mereka yang sedang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, perhatian kecil bisa menjadi penguat di tengah beratnya kehidupan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik setiap pemberian, ada pesan sederhana bahwa mereka tidak sendiri. Masih ada orang-orang yang bersedia melihat, mendengar, dan peduli terhadap keadaan mereka.
Komunitas Mak Limah sendiri berawal dari pertemuan para ibu yang memiliki kebiasaan serupa, yakni berjalan santai mengelilingi Bukit Timah setiap sore. Dari pertemuan yang sederhana itu, tumbuh kebersamaan yang kemudian melahirkan keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti bagi lingkungan sekitar.
Bena, selaku koordinator Komunitas Mak Limah, menjadi salah satu penggerak kegiatan tersebut. Bagi komunitas ini, Jumat Berkah bukan hanya tentang membagikan bantuan, melainkan ada kepuasan tersendiri ketika dapat menyisihkan sesuatu untuk orang lain, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami mencoba hadir untuk sedikit membantu,” kata Bena, Jumat 23 Oktober 2026.
Mereka mungkin tidak mampu menyelesaikan persoalan ekonomi yang dihadapi. Namun, setidaknya ada usaha untuk meringankan beban, meski hanya untuk sesaat.
“Semoga bantuan ini dapat membantu mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Sebab, tidak semua orang yang sedang kesulitan mampu bercerita. Tidak semua yang membutuhkan berani meminta. Ada yang memilih diam, bertahan, dan menjalani hari dengan apa yang dimiliki.
Di tengah keadaan seperti itu, kepedulian menjadi sesuatu yang berarti. Langkah para ibu yang biasanya hanya mengitari Bukit Timah kini membawa makna lain. Dari kegiatan menjaga kesehatan, tumbuh keinginan untuk menjaga hubungan antarsesama melalui tindakan nyata.
Komunitas Mak Limah menunjukkan bahwa berbagi tidak harus menunggu menjadi kaya. Tidak pula harus menunggu memiliki banyak untuk diberikan.
Terkadang, bentuk kepedulian bermula dari sesuatu yang sederhana yakni berkumpul, menyisihkan sedikit rezeki, lalu mendatangi mereka yang membutuhkan.(*)
Karimun, Zonamu.com - Ajang bergengsi yang ditunggu-tunggu para pecinta olahraga futsal di Kabupaten Karimun dan…
Lingga, Zonamu.com - Pengembangan persawahan di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, masih menghadapi…
Karimun, Zonamu.com - Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Karimun dalam meletupkan gairah ekonomi daerah terus melaju…
Lingga, Zonamu.com - Kontingen Kabupaten Lingga menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau 2026…
Lingga, Zonamu.com – Sebanyak 87 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di wilayah kerja…
Lingga, Zonamu.com - Di balik dinding pesantren, para santri tumbuh dengan ilmu, doa, dan kesederhanaan.…