ZONA BATAM

Fesmed Selat Malaka 2026: Jurnalis Didorong Kuasai OSINT

Batam, Zonamu.com – Jurnalis didorong menguasai Open Source Intelligence (OSINT) untuk memperkuat penelusuran dan verifikasi informasi di tengah semakin luasnya sumber data digital.

Materi tersebut dibahas dalam Lokakarya Keamanan, Geopolitik, dan Media di Lintas Batas pada Festival Media Selat Malaka 2026 di Politeknik Negeri Batam, Sabtu 19 September 2026.

Lokakarya yang digelar AJI Batam dan AJI Tanjungpinang itu menghadirkan Abdul Somad dari Jaringan.id sekaligus anggota Global Investigative Journalism Network (GIJN), serta Ronna Nirmala dari IndonesiaLeaks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdul menjelaskan, OSINT memungkinkan jurnalis memanfaatkan informasi yang tersedia secara terbuka, mulai dari data pemerintah, peta digital, citra satelit, media sosial, registrasi perusahaan hingga layanan informasi lainnya.

“Semua data yang terbuka untuk diakses di internet oleh user, oleh kita, itu kategorinya open source,” kata Abdul.

Menurutnya, sumber terbuka dapat membantu jurnalis memperoleh gambaran awal sebelum turun ke lapangan. Citra satelit dan layanan pemetaan digital, misalnya, dapat digunakan untuk melihat perubahan suatu kawasan sebelum dilakukan pengecekan langsung.

“Jadi, kita enggak perlu datang ke lokasi itu. Kita cukup pakai citra satelit, misalnya Google Earth, untuk tahu perubahan lanskap kawasan,” ujarnya.

Meski demikian, OSINT bukan pengganti verifikasi lapangan. Informasi yang diperoleh tetap harus diuji melalui kondisi faktual, dokumen pendukung, dan konfirmasi kepada pihak terkait.

Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai sumber dalam OSINT Landscape, mulai dari Facebook, Instagram, LinkedIn, YouTube, Google, Bing, Yandex, DuckDuckGo, data geospasial, citra satelit, hingga pemantauan pergerakan kapal dan pesawat.

Sumber lainnya mencakup webcam publik, radio, registrasi perusahaan, serta perangkat untuk memeriksa informasi teknis pada foto, video, dan dokumen digital. Banyaknya sumber tersebut membuat kemampuan memilah asal-usul, konteks, dan relevansi informasi menjadi semakin penting.

Abdul mengatakan OSINT juga dapat membantu jurnalis menemukan pola dari berbagai informasi. Dalam penelusuran perusahaan, misalnya, data kepemilikan saham dan hubungan antarperusahaan dapat digunakan untuk melihat struktur serta keterkaitan bisnis.

“Yang kita utamakan adalah melihat pola. Pola yang berulang, pola yang sistematis, pola yang terstruktur,” kata Abdul.

Namun, pola yang ditemukan melalui penelusuran digital tetap harus diuji dengan sumber lain. Hasil OSINT menjadi bagian dari proses jurnalistik, bukan kesimpulan akhir sebuah pemberitaan.

Keamanan Menjadi Bagian Perencanaan Liputan

Selain OSINT, lokakarya juga membahas keamanan jurnalis yang mencakup aspek digital, fisik, dan psikologis.

Ronna Nirmala mengatakan keamanan seharusnya sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan liputan melalui penilaian risiko atau asesmen keamanan.

“Perencanaan liputan sudah mencakup penilaian risiko atau asesmen keamanan,” ujarnya.

Dalam aspek digital, jurnalis diingatkan berhati-hati menggunakan jaringan internet, tidak sembarangan membuka tautan, serta melakukan pencadangan foto, video, dan rekaman wawancara secara berkala.

Ronna juga mendorong kolaborasi antarmedia dan penerapan sistem komunikasi internal seperti check-in berkala. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keberadaan dan kondisi setiap anggota tim selama menjalankan liputan.

“Ini perlu dilakukan agar kita sama-sama saling mengecek keamanan masing-masing anggota yang terlibat dalam liputan,” katanya.

Menurut Ronna, standar keamanan bukan untuk membatasi kerja jurnalistik, melainkan membantu jurnalis bekerja dengan persiapan yang lebih matang.

Di tengah kompleksitas isu dan perkembangan teknologi digital, kemampuan menggunakan sumber terbuka perlu berjalan bersama verifikasi, etika jurnalistik, serta keselamatan kerja.

Dengan demikian, teknologi dapat menjadi alat pendukung kerja jurnalistik tanpa menggantikan proses pemeriksaan dan pertimbangan manusia.(*)

Saswandy

Recent Posts

Dua Talenta Lingga Bawa Nama Indonesia ke Malaysia

Lingga, Zonamu.com - Dua pelajar asal Kabupaten Lingga, Muhammad Dzaki Sukifli dan Muhammad Rafdi Yasmadi,…

9 jam ago

Ketika Kritik Dibungkam, Kebenaran Perlahan Kehilangan Suara Rakyat

Jurnalisme tidak pernah dilahirkan untuk menyenangkan penguasa. Ia lahir dari kebutuhan paling sederhana dalam sebuah…

10 jam ago

Rutan Karimun dan Kemenag Rangkul Warga Binaan Lewat Agama

Karimun, Zonamu.com - Menjalani masa pemidanaan di balik jeruji besi bukanlah akhir dari segalanya. Di…

2 hari ago

Pemkab Lingga Mulai Bangun Fondasi Pendidikan Anak

Lingga, Zonamu.com - Pemerintah Kabupaten Lingga mulai membangun fasilitas Kelompok Bermain (KB) Pelita Hati di…

2 hari ago

Di Balik Ilusi Tembakau, Rokok Dijual Seolah Menawan

Batam, Zonamu.com - Rokok tidak selalu datang dengan wajah yang menakutkan. Di balik kemasan yang…

3 hari ago

Fesmed Selat Malaka 2026 Berakhir

Tanjungpinang, Zonamu.com - Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 resmi ditutup di Kota Tanjungpinang setelah…

3 hari ago